Kamis, Januari 03, 2008

Pelajaran Berharga dari Lumiere






Oleh : Sidik Nugroho


Sejarah film mencatat Lumiere bersaudara dari Prancis sebagai dua

orang penting. Mereka tercatat sebagai penampil film pertama. Film

pertama mereka saya yakin sama sekali tak menarik bagi kita saat ini.

Mau tahu? Rekaman kereta api yang sedang berjalan. Nah, arah jalan

kereta api itu mendekati kamera.

Namun, tahukah Anda apa yang terjadi pada 32 penonton pertama mereka

ketika menyaksikannya? Mereka lari tunggang langgang dari gedung

pertunjukan ketika kereta yang tertampil di film itu "mendekati"

mereka! Bagi mereka, film kereta Lumiere saat itu benar-benar heboh.

Lumiere bersaudara kemudian meraup kekayaan. Penonton mereka setelah

film kereta api pertama mereka rata-rata tak kurang dari seribu

orang. Namun, sebelum mereka sesukses itu, mereka pernah ditolak

koran ketika hendak promosi film kereta api pertama mereka. Koran

menolak membantu publikasi pemutaran film mereka.

Ternyata, yang pernah ditolak koran bukan hanya para penulis. Sebagai

penulis yang karyanya puluhan kali ditolak, saya geli sekaligus

merenung ketika menjumpai kenyataan ini. Para penulis, pencipta lagu,

pelukis, penemu, siapa saja dengan profesi apa saja, rasanya pernah

mengalami apa yang Lumiere alami. Kita ditolak. Orang tak yakin akan

apa yang kita yakini luar biasa.

Namun, baiklah kita tak menyerah. Jikalau apa yang kita perjuangkan

selama ini benar-benar kita yakini sebagai sesuatu yang hebat,

ingatlah ada Tuhan yang melihat jerih lelah kita, dan ada pula waktu

yang menjadi penguji setia bagi setiap niat dalam perjuangan kita.


http://tuanmalam. blogs.friendster .com


0 komentar:

Template Design | Elque 2007