Pelajaran Berharga dari Lumiere
Oleh : Sidik Nugroho
Sejarah film mencatat Lumiere bersaudara dari Prancis sebagai dua
orang penting. Mereka tercatat sebagai penampil film pertama. Film
pertama mereka saya yakin sama sekali tak menarik bagi kita saat ini.
Mau tahu? Rekaman kereta api yang sedang berjalan. Nah, arah jalan
kereta api itu mendekati kamera.
Namun, tahukah Anda apa yang terjadi pada 32 penonton pertama mereka
ketika menyaksikannya? Mereka lari tunggang langgang dari gedung
pertunjukan ketika kereta yang tertampil di film itu "mendekati"
mereka! Bagi mereka, film kereta Lumiere saat itu benar-benar heboh.
Lumiere bersaudara kemudian meraup kekayaan. Penonton mereka setelah
film kereta api pertama mereka rata-rata tak kurang dari seribu
orang. Namun, sebelum mereka sesukses itu, mereka pernah ditolak
koran ketika hendak promosi film kereta api pertama mereka. Koran
menolak membantu publikasi pemutaran film mereka.
Ternyata, yang pernah ditolak koran bukan hanya para penulis. Sebagai
penulis yang karyanya puluhan kali ditolak, saya geli sekaligus
merenung ketika menjumpai kenyataan ini. Para penulis, pencipta lagu,
pelukis, penemu, siapa saja dengan profesi apa saja, rasanya pernah
mengalami apa yang Lumiere alami. Kita ditolak. Orang tak yakin akan
apa yang kita yakini luar biasa.
Namun, baiklah kita tak menyerah. Jikalau apa yang kita perjuangkan
selama ini benar-benar kita yakini sebagai sesuatu yang hebat,
ingatlah ada Tuhan yang melihat jerih lelah kita, dan ada pula waktu
yang menjadi penguji setia bagi setiap niat dalam perjuangan kita.
http://tuanmalam. blogs.friendster .com




0 komentar:
Posting Komentar