Rumah Baca Putih Melati

“Berawal dari sebuah seminar di Semarang dengan tema bagaimana membentuk lingkungan ini berubah,” akunya Ahmad Firdaus, merupakan inisiatifnya untuk mendirikan Rumah Baca anak-anak. Rumah Baca yang terletak di ruang belakang rumahnya di Desa Mlati Kidul Gang Raden Ayu Mlati, 53 A Rt. 06/I Kudus, di asuh langsung oleh anak keduanya Adhitya Rizal Firdaus (Kelas 4 SD).
Konsepnya sederhana, ia hanya ingin merubah lingkungannya agar gemar membaca, “karena dengan membaca, kita akan tahu dunia,” katanya. Menurutnya lagi, gerbang ilmu ada di buku, sedangkan minat yang baca kurang, bukan karena mahalnya buku, tapi karena tidak terkondisikan. Ayah dua anak ini menambahkan “Kenapa saya berani mengatakan bahwa buku sekarang ini tidak mahal, selama masih ada orang merokok, berarti buku tidak mahal.” Bahkan secara ekonomi ia menghitungkan, jika sehari orang merokok mengeluarkan uang minimal Rp. 5 ribu, sudah berapa jika satu bulan?
Buku yang jumlahnya sekitar dua ratusan lebih itu, rata-rata bacaan anak-anak SD dan SMP. Dan yang lebih menarik lagi, bukunya kebanyak buku cerita bergambar, yang rata-rata mengarah pada penumbuhan kecerdasan anak. Selain buku bacaan, juga tersedia buku gambar tiga dimensi, Intelective Computer bahkan permainan monopoli juga tersedia. Bagi Firdaus, permainan monopoli bukan sembarang permainan, jika digunakan secara benar, monopoli sebenarnya adalah permainan untuk menumbuhkan minat anak dalam berpikir tentang dunia bisnis.
Dengan adanya permainan tersebut, Firdaus beranggapan, bahwa sekolah hanya berkutat pada otak kiri saja, sehingga lebih inovatif, maka harus adanya keseimbangan, antara otak kiri dan kanan. Dan disinilah salah satu usahanya.
Agar kegiatan bervariasi dan menyenangkan, selain kegiatan bermain dan membaca, di Putih Melati ini juga setiap Minggu diadakan belajar menggambar Gratis, biar mereka juga kerasan. Selain kerasan dengan tempat dan suasana, bisa juga kerasan dengan buku.
Dan, “biarkan anak bermain dengan buku, entah itu ditekuk atau bahkan disobek, karena dengan begitu, anak bisa kreatif dan lebih dekat dengan buku,” katanya.(Nasrur/JK)

0 komentar:
Posting Komentar