Jumat, Januari 04, 2008

Tak Zamannya Lagi Sekadar Hobby


Ngeband !
Tak Zamannya Lagi Sekadar Hobby

Ngeband, bermain musik, di kalangan kawula muda hingga saat ini, kebanyakan masih sebatas hobby untuk mengisi waktu luang dan sekadar senang-senang saja. Belum banyak yang berpikir jauh ke depan, agar dari sana, mereka juga bisa berkarier dan berkarya.
Paling tidak, itulah yang dikatakan Yazid, pelajar SMA Hasyim Asy’ari Kudus. Dalam perbincangan dengan Info Kudus (IK) di halaman sekolahnya. “Ngeband untuk senang-senang saja. Untuk manggung, belum siap mental, apalagi bermimpi menjadi artis,” ujar siswa asli Undaan yang saat itu sedang berkumpul dengan teman-temannya.
Meski begitu, pernyataan Yazid ini diamini oleh kebanyakan kelompok band remaja, yang rata-rata masih di SMP maupun SMA. Vandroom Band, misalnya. Kelompok Band yang digawangi oleh Solihuddin dan Yulina (vokal), Andika (Bass), Afif dan Amir (Guitar) serta Syafi’i (Drum) ini juga merasakan hal yang serupa. “Group-group band yang ada masih sebatas untuk senang-senang saja. Bahkan ada yang biar dianggap gaul.”

Menggembirakan
Meski masih sebatas hobby dan untuk senang-senang, namun perkembangan Band di kota Kudus cukup menggembirakan. “Perkembangan Band di Kudus sudah maju daripada 5 – 6 tahun yang lalu,” ujar Thomas, pimpinan Wisma Musik Harapan Kudus.
Ia menyontohkan, sekolah musik yang dipimpinnya sekarang saja memiliki murid sekitar 300-an. “Belajar musik sekarang seakan sudah menjadi kebutuhan.”
Perkembangan musik di Kudus itu juga diakui Nanang, pengelola studio musik Magnet. “Sekarang banyak anak sekolah yang suka ngeband. Meski masih ikut-ikutan dan belum mempunyai jati diri. Parade Band sekarang juga semakin banyak,” ungkapnya.
Majunya dunia musik dan band di kudus ini, tentu menjadi harapan tersendiri. Siwo, gitaris Wafer Band Semarang asal Kudus ini, meski lebih banyak berkiprah di Semarang, namun tetap menaruh simpati dan harapan yang besar bagi perkembangan musik dan Band di Kudus.
“Sekarang sudah cukup variatif dan banyak festival maupun parade band. Beda dengan saya dulu. Mencari teman untuk ngeband aja sulitnya minta ampun,” kata gitaris yang sehari-hari bekerja sebagai operator di studio Strato Semarang bersama Mursyid, vokalis Wrongway, Band yang sudah terlebih dulu eksis di belantika musik Indonesia. “Di Kudus sekarang sudah punya kelompok band yang bagus seperti Veho,” tambahnya.
Perkembangan musik dan band di kudus sudah cukup menggembirakan. Namun, apakah para group band yang ada, mampu menembus major label dan menjadikan band tidak lagi sekadar hobby?
“Tidak hanya bermain musik. Tapi bagaimana kita juga bisa mendapatkan rizki dari musik, pemikiran seperti itu yang harus kita kembangkan,” tegas Thomas.
Lontaran pemimpin Yamaha Musik Kudus ini, agaknya telah disambut oleh Sevensteps. Band yang digawangi Jevry (Bass – vocal), Andry (rap), Piyek (vocal), Daniel (drum) dan Didit (guitar), ini tengah mempersiapkan album yang sebentar lagi siap dilaunching.
Menurut Jevry, dalam penggarapan album, mereka dibantu oleh Oky (7 Kurcaci/Taboo) sebagai additional untuk pengisian drum dan mixing. Dan saat ini, mereka tengah konsen membuat klip untuk album yang dirilis oleh Elang Studio Kudus.

0 komentar:

Template Design | Elque 2007